KONVERSI BILANGAN
Bilangan Desimal = Bilangan yang berbasis 10. (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
Bilangan Biner = Bilangan yang berbasis 2. (0,1)
Bilangan Biner = Bilangan yang berbasis 2. (0,1)
- Cara konversi bilangan desimal ke bilangan biner
Membagi bilangan tersebut dengan angka 2, kemudian apabila hasil baginya sisa 1, maka ditulis 1, dan apabila hasilnya 0, ditulis 0 hingga bilangan tersebut <2 dan selanjutnya digabung dari bawah.
Contoh : (141)10 = ….. 2141 dibagi 2 = 70 sisa 1
70 dibagi 2 = 35 sisa 0
35 dibagi 2 = 17 sisa 1
17 dibagi 2 = 8 sisa 1
8 dibagi 2 = 4 sisa 0
4 dibagi 2 = 2 sisa 0
2 dibagi 2 = 1 sisa 0
Jadi, hasil konversi biner dari angka (141)10 yaitu 10001101
- Cara konversi bilangan biner ke bilangan desimal
Mengalikan satu-persatu bilangan dengan 2, kemudian pangkatkan bilangan tersebut mulai dari pangkat 0,1, dan seterusnya dimulai dari yang paling kanan, lalu jumlahkan hasil perkalian tadi.
Contoh : (10011001)2 = …. 101 x 20 = 1
0 x 21 = 0
0 x 22 = 0
1 x 23 = 8
1 x 24 = 16
0 x 25 = 0
0 x 26 = 0
1 x 27 = 128
Jadi, hasil konversi desimal dari angka (10011001)2 yaitu 1+0+0+8+16+0+0+128 = 153
- Pengonversian bilangan desimal ke bilangan biner dalam IP Address
Contoh: 192.168.5.18
- 192 => konversikan ke dalam biner
192/2 = 96 sisa 0
96/2 = 48 sisa 0
48/2 = 24 sisa 0
24/2 = 12 sisa 0
12/2 = 6 sisa 0
6/2 = 3 sisa 0
3/2 = 1 sisa 1
Hasilnya = 11000000
- 168 => konversikan menjadi biner
168/2 = 84 sisa 0
84/2 = 42 sisa 0
42/2 = 21 sisa 0
21/2 = 10 sisa 1
10/2 = 5 sisa 0
5/2 = 2 sisa 1
2/2 = 1 sisa 0
Hasilnya = 10101000
- 5 => konversikan menjadi biner
5/2 = 2 sisa 1
2/2 = 1 sisa 0
Hasilnya = 101 atau 00000101 (angka 0 didepan tidak ada nilainya)
- 18 => konversikan menjadi biner
18/2 = 9 sisa 0
9/2 = 4 sisa 1
4/2 = 2 sisa 0
2/2 = 1 sisa 0
Hasilnya = 10010 atau 00010010 (angka 0 didepan tidak ada nilainya)
Jadi, konversi ke biner untuk IP address 192.168.5.18 adalah 11000000.10101000.00000101.00010010
JENIS-JENIS IP ADDRESS
- IP Address adalah alamat identifikasi komputer yang berada dalam suatu jaringan. Melalui IP Address, data yang dikirim oleh pengirim akan sampai kepada penerima melalui protokol TCP/IP .
- Struktur IP Address ada 2 bagian, yaitu :
- Network ID : alamat identitas jaringan tempat host itu berada
- Host ID : bagian yang menunjukkan identitas dimana host itu berada.
- Pembagian IP address berdasarkan kelasnya :
- Kelas A, mempunyai karakteristik :
- Bit pertama = 0
- Network ID = 8 bit
- Host ID = 24 bit
- Oktat pertama = 0-127
Contoh : IP Address 7.4.8.16, dari contoh tersebut, maka :
Network ID = 7
Host ID = 4.8.16
- Kelas B, mempunyai karakteristik :
- Bit pertama = 10
- Network ID = 16 bit
- Host ID = 16 bit
- Oktat pertama = 128-191
Contoh : IP Address 172.16.1.12
Network ID = 172.16
Host ID = 1.12
- Kelas C, mempunyai karakteristik :
- Bit pertama = 110
- Network ID = 24 bit
- Host ID = 8 bit
- Oktat pertama = 192-223
Contoh : IP Address 192.168.5.18
Network ID = 192.168.5
Host ID = 18
- Kelas D = digunakan unutk multicasting & eksperimen
- Kelas E = digunakan untuk multicasting & eksperimen
SUBNETTING
- Subnetting : teknik memecah network menjadi beberapa network yang lebih kecil.
- Subnet Mask : istilah dalam bahasa Inggris unutk membedakan network ID dengan host ID dalam bentuk biner 32-bit.
- Tujuan : Meningkatkan keamanan & mengurangi kongesti (tabrakan) serta mengefisiensi alokasi IP Address.
IP CLASSFUL DAN IP CLASSLESS
- IP Classful = Cara pengalamatan IP berdasarkan kelas A,B,C,D dan EIP Classless = Cara pengalamatan IP dengan menggunakan Classless Inter Domain Routing (CIDR) atau prefix
Berikut adalah daftar CIDR atau prefix selengkapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar